Mata kuliah: Kewarganegaraan
Penyusun:
Siti Fatimathul Isnaini Putri
NIM: 201601039
D-III Keperawatan 1b
STIKes Mitra Keluarga
2016
Cinta Tanah Air
KATA PENGANTAR
Materi
dalam artikel ini di susun untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca yang
menyangkut seluk beluk cinta tanah air serta konsep-konsep pokok yang di
perlukan untuk menciptakan rasa cinta tanah air, kesederhanan pemaparan yang di
lengkapi dengan contoh-contoh terapan keseharian akan mengantarkan pembaca
dalam kemudahan.pemahaman terhadap konsep-konsep cinta tanah air. Meskipun
materi-materi yang sudah di siapkan sedemikian rupa,mengigat keterbatasan
penulis di sadari akan adanya kekurangan dan ketidak sempurnaan dalam penulisan
artikel ini.
Pada
kesempatan ini tak lupa saya panjatkan puji dan syukur atas anugerah dan
karunia-NYA sehinngga makalah ini dapat tersaji bagi pembaca.
PEDAHULUAN
Cinta
tanah air dan bangsa adalah kebanggaan menjadi salah satu bagian dari tanah air
dan bangsanya yang berujung ingin berbuat sesuatu yang mengharumkan nama tanah
air dan bangsa.
Pada keadaan yang kacau saat seperti ini apa yang bisa dibanggakan dari negara dan bangsa Indonesia? Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berhasil membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang akhirnya berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan masyarakatnya yang bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan kita sebagai bangsa.
Pada keadaan yang kacau saat seperti ini apa yang bisa dibanggakan dari negara dan bangsa Indonesia? Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berhasil membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang akhirnya berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan masyarakatnya yang bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan kita sebagai bangsa.
Bangsa
Korea yang selalu memotivasi dirinya dengan menghormati bendera dan lagu
kebangsaannya, selalu memotivasi bangsanya untuk mencintai tanah air dan
bangsanya. Walaupun dengan prestasi yang produk elektonik dan automotif-nya
yang mampu ikut meramaikan pasaran dunia, Koreapun masih menggali inspirasi
sejarah untuk diceritakan pada dunia bahwa bangsa Korea adalah bangsa yang besar
dan hebat.
Bung Karno
dulu juga sering menceritakan kebesaran kerajaan Majapahit untuk memotivasi
bangsa Indonesia bahwa kita dulu adalah negara yang besar, dengan kekuatan
armada lautnya bisa menguasai seluruh Nusantara, termasuk Singapore, Malaysia,
Madagaskar, bahkan juga selatan Taiwan. Bahkan menurut sejarah dulu Singapore
itu namanya Temasek, dan yang memberi nama ini adalah patih Gajahmada, oleh
Raffles entah kenapa diganti jadi Singapore.
Cinta
Tanah Air adalah suatu ilmu yang mermpelajari sikap kita ,rela berkorban
terhadap Negara Indonesia. Untuk memahami pentingnya mewujuddkan cinta tanah
air, dapat kita wujudkan setiap hari dengan bagaimana kita sikap kita dalam
menjalani hidup berbangsa dan bertanah air dengan giat,pantang
menyerah,peduli,dan saling membantu antar umat. Itu merupakan cerminan dari
Cintra Tanah Air.
Mekipun
cinta tanah air bersifat sedikit abstrak(tidak terdefinisi), namun hal itu
menyetuh di seluruh kehidupan penduduk Indonesia dari sabang sampai maraoke.
Dan kita harus menanamkan sifat bangga sebagai warga Negara Indonesia yang
mempunyai beragam adapt istiadat..sebagai contoh orang yang memperjual-belikan
produk Indonesia di Negara lain itu sudah termasuk menanamkan sikap Cinta Tanah
Air, meski tidak terdefinisi.karena dia dapat membawa dan mengharumkan nama
bangsa Indonesia dinegara lain.
Karena sekarang
ini sudah mengalami perubahan, seperti sekarang ini sudah memasuki zaman
globalisasi persaingan terjadi dimana-mana tidak di dalam maupun di luar
Negara, mungkin sekarang sudah banyak orang yang melupakan akan pentingnya
Cinta Tanah Air, karena alasan untuk bertahan hidup.Meskipun begitu kita
sebagai warga Negara yang baik harus menanam sikap cinta tanah air dalam
kondisi apapun supaya dapat mewariskan di masa yang akan datang.
Penulisan Cinta tanah air
Perjalanan
sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama
penjajahan, dilanjutkan dengan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan
sampai dengan era mengisi kemerdekaan, menimbulkan kondisi dan tuntutan yang
berbeda sesuai zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi
oleh bangsa Indonesia berdasrkan kesamaan nilai-nilai kejuangan bangsa yang
senantiasa tumbuh dan berkembang yang dilandasi oleh jiwa,tekad, dan semangat
kebangsaan. Semua itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses
terwujudnya NKRI.
Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air & bangsa, kalau tidak, mungkin saat ini kita bangsa Indoneia masih dijajah oleh Belanda yang luas negaranya dibandingkan pulau Bali saja masih luasan pulau Bali. Kita harus sangat terimakasih kepada para tokoh yang mencentuskan pembentukan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, para pencetus Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan para tokoh yang memungkinkan terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Mereka adalah contoh tokoh-tokoh nasionalis tulen yang cintanya pada tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri yang kita harus hormati sepanjang masa.
Dalam perkembengan selanjutnya, sejak terjadinya krisis moneter yang kemudian dilanjutkan dengan krisis multidimensi telah melahirkan era reformasi yang mengakibatkan terjadinya perubahan sosial sangat mendasar, antara lain berupa tuntutan masyarakat akan keterbukaan,demokratisasi dan HAM. Perkembangan lingkungan strategik baik global, regional maupun nasional sangat erat kaitannya dengan upaya bela Negara terhadap cinta tanah air yang menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Kondisi perkembangan lingkungan strategik sangat menarik sebagai bahan kajian, terutama dikaitkan dengan upaya bela negara karena pada dasarnya hal ini merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi ketahanan nasional bangsa Indonesia.
Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berhasil membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang pada akhirnya berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan kita sebagai bangsa dan mungkin kemiskinan tidak merjarela seperti sekarang ini.Walaupun bagaimana, Indonesia ini adalah tanah air dan bangsa kita sendiri yang kita wajib untuk mencintainya dengan segala kekurangannya.
Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air & bangsa, kalau tidak, mungkin saat ini kita bangsa Indoneia masih dijajah oleh Belanda yang luas negaranya dibandingkan pulau Bali saja masih luasan pulau Bali. Kita harus sangat terimakasih kepada para tokoh yang mencentuskan pembentukan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, para pencetus Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan para tokoh yang memungkinkan terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Mereka adalah contoh tokoh-tokoh nasionalis tulen yang cintanya pada tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri yang kita harus hormati sepanjang masa.
Dalam perkembengan selanjutnya, sejak terjadinya krisis moneter yang kemudian dilanjutkan dengan krisis multidimensi telah melahirkan era reformasi yang mengakibatkan terjadinya perubahan sosial sangat mendasar, antara lain berupa tuntutan masyarakat akan keterbukaan,demokratisasi dan HAM. Perkembangan lingkungan strategik baik global, regional maupun nasional sangat erat kaitannya dengan upaya bela Negara terhadap cinta tanah air yang menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Kondisi perkembangan lingkungan strategik sangat menarik sebagai bahan kajian, terutama dikaitkan dengan upaya bela negara karena pada dasarnya hal ini merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi ketahanan nasional bangsa Indonesia.
Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berhasil membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang pada akhirnya berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan kita sebagai bangsa dan mungkin kemiskinan tidak merjarela seperti sekarang ini.Walaupun bagaimana, Indonesia ini adalah tanah air dan bangsa kita sendiri yang kita wajib untuk mencintainya dengan segala kekurangannya.
Sungguh sayang apabila warisan NKRI yang sudah
diwariskan kepada kita dengan banyak pengorbanan darah dan airmata dari para
“founding fathers” ini tidak kita cintai untuk dijadikan Negara dan Bangsa yang
maju dengan masyarakatnya yang adil, makmur dan sejahtera seperti halnya
negara-negara maju lainya seperti USA, Jepang, Singapore, dll.
Pengertian
Bela
Negara adalah tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh,
terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran
berbangsa dan bernegara Indonesia serta keyakinan akan kesaktian pancasila
sebagai ideologi negara dan kerelaan untuk berkorban guna meniadakan setiap
ancaman, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang membahayakan
kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, keutuhan
wilayah dan yurisdiksi nasional serta nilai- nila Pancasila dan UUD 45.
Upaya bela negara adalah kegiatan yang dilakukan oleh setiap warga negara sebagai penuaian hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pertahanan keamanan negara. Upaya bela negara merupakan kehormatan yang dilakukan oleh setiap warga negara secara adil dan merata.
Hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela negara antara lain diselenggarakan melalui Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN).
Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) adalah pendidikan dasar bela negara guna menumbuhkan kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia. Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai Ideologi negara, kerelaan berkorban untuk negara, serta memberikan kemampuan awal bela negara. Rumusan tersebut sangat jelas tujuan dan sasarannya yaitu setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk mempertahankan kedaulatan negara, persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan wilayah NKRI.
Namun demikian mengingat kemajemukan masyarakat dan keragaman budaya yang melatar belakanginya, maka pengertian bela negara mempunyai implikasi sosial budaya yang tidak boleh diabaikan dalam menanamkan kesadaran dan kepedulian segenap warga negara.
Upaya bela negara adalah kegiatan yang dilakukan oleh setiap warga negara sebagai penuaian hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pertahanan keamanan negara. Upaya bela negara merupakan kehormatan yang dilakukan oleh setiap warga negara secara adil dan merata.
Hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela negara antara lain diselenggarakan melalui Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN).
Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) adalah pendidikan dasar bela negara guna menumbuhkan kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia. Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai Ideologi negara, kerelaan berkorban untuk negara, serta memberikan kemampuan awal bela negara. Rumusan tersebut sangat jelas tujuan dan sasarannya yaitu setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk mempertahankan kedaulatan negara, persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan wilayah NKRI.
Namun demikian mengingat kemajemukan masyarakat dan keragaman budaya yang melatar belakanginya, maka pengertian bela negara mempunyai implikasi sosial budaya yang tidak boleh diabaikan dalam menanamkan kesadaran dan kepedulian segenap warga negara.
Menanamkan sikap
Cinta tanah Air
Rasa Cinta
Tanah Air dapat ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar rasa terhadap cinta
tanah air tertananam di hatinya dan dapat menjadi manusia yang dapat menghargai
bangsa dan negaranya. Misalnya dengan upacara sederhana setiap hari Senin yang
di lakukuan di sekolah dengan menghormat bendera Merah Putih, menyanyikan lagu
Indonesia Raya dengan penuh bangga, dan mengucapkan Pancasila dengan semangat.
Meskipun lagu Indonesia Raya masih sulit dan panjang untuk ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan mengajak menyanyikannya setiap hari Senin pada upacara, maka anak akan hafal dan bisa memahami isi lagu.
Merah Putih bisa diangkat menjadi sub tema pembelajaran.Pentingnya sebuah lagu kebangsaan dan itu menjadi sebagai identitas dari negara tersebut, agar dapat mengingatkan kembali betapa pentingnya cinta terhadap Negara Republik Indonesia.
Selain melakukan upacara ada juga cara menanamkan sikap cinta tanah air dengan mengadakan lomba 17 agustus sebagaimana di tanggal setiap 17 agustus semua masyarakat Indonesia selalau memperingati hari kemerdekaan Negara republik Indonesia yang di cetuskan oleh presiden pertama Indonesia Bung Karno yang jatuh tnggal 17 agustu 1945.
Kegiatannya seperi ini bisa diarahkan pada lima aspek perkembangan sikap perilaku maupun kemampuan dasar. Pada aspek sikap perilaku, melalui cerita bisa menghargai dan mencintai Bendera Merah Putih, mengenal cara mencintai Bendera Merah Putih dengan merawat dan menyimpan dengan baik, menghormati bendera ketika dikibarkan.
Meskipun lagu Indonesia Raya masih sulit dan panjang untuk ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan mengajak menyanyikannya setiap hari Senin pada upacara, maka anak akan hafal dan bisa memahami isi lagu.
Merah Putih bisa diangkat menjadi sub tema pembelajaran.Pentingnya sebuah lagu kebangsaan dan itu menjadi sebagai identitas dari negara tersebut, agar dapat mengingatkan kembali betapa pentingnya cinta terhadap Negara Republik Indonesia.
Selain melakukan upacara ada juga cara menanamkan sikap cinta tanah air dengan mengadakan lomba 17 agustus sebagaimana di tanggal setiap 17 agustus semua masyarakat Indonesia selalau memperingati hari kemerdekaan Negara republik Indonesia yang di cetuskan oleh presiden pertama Indonesia Bung Karno yang jatuh tnggal 17 agustu 1945.
Kegiatannya seperi ini bisa diarahkan pada lima aspek perkembangan sikap perilaku maupun kemampuan dasar. Pada aspek sikap perilaku, melalui cerita bisa menghargai dan mencintai Bendera Merah Putih, mengenal cara mencintai Bendera Merah Putih dengan merawat dan menyimpan dengan baik, menghormati bendera ketika dikibarkan.
Kesimpulan/saran
Kita
sebagai warga Negara yang cinta tanah air Bangsa Indonesia menanamkan sikap
cinta tanah air dari usia dini yang mempunyai beraneka ragam kebudayaan dari
sabang sampai maraoke dan juga mempunyai perjalanan sejarah yg sangat panjang
dari jaman kerajan hingga mempertahankan kemerdekaan dengan melawan penjajah
kita sebagai generasi yang akan dating dan wajib mempertahankan dan
memperjuangkan atas pengorbanan para pahlawan kita, seperti belajar dengan
sungguh-sungguh, mematuhi dan mentaati peraturan Negara dan mengharumkan nama
bangsa di dunia dalam pentas lomba antar bangsa itu juga contoh cerminan kita
cinta terhadap tanah air Indonesia.
Sumber:
http://rikha-maulidah.blogspot.co.id/2013/03/artikel-cinta-tanah-air-pendidikan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar