Rabu, 04 Januari 2017

IDENTITAS NEGARA by: nurulhuda (201601034)

IDENTITAS NEGARA
Oleh : nurulhuda (201601034)

Dalam suatu bangsa identitas nasional merupakan hal yang sangat penting dimilki , menurut Triharsi identitas nasional merupakan jati diri bangsa dan bisa digunakan untuk membedakan sautu bangsa dengan bangsa yang lainya. Identitas nasional biasanya memilki ciri khas dan karakter yang berbeda berdasarkan kebudayan, Bahasa, adat istiadat, nilai- nilai agama, kebiasaan. Indonesia sebagai suatu negara tentu memilki identitas nasioanal , identitas nasional ini bisa ditandai dengan adanya pancasila yang di balut dalam rasa nasionalisme.
Identitas nasional berdasarkan nasionalisme ini tentu muncul bukan begitu saja bisa dilihat dari masa pergerakan bagaimana rasa nasionalisme yang ada bisa menimbulkan semangat patriotik yang rela berjuang mengorbankan nyawa demi kemerdekaan bangsa indonesia. Sehingga masyarakat ini berusaha melihat bagaimana identitas nasional dalam wujud rasa nasionalisme bisa menciptakan suatu kemerdekaan. Bila ditarik kebelakang maka identitas indonesia bukan hanya sebagai suatu negara, namun indonesia sebagai suatu negara yang multi etnik dan multicultural tentu memilki identitas-identitas yang lain , yang bisa saja menimbulkan konflik, namun hal ini berhasil ditekan dan disatukan dengan menonjolkan identitas nasional indonesia. Hal ini dapat terjadi karena Identitas bukanlah  merupakan  barang yang sudah jadi dan tidak dapat berubah –ubah, identitas merupakan  hasil konstruksi manusia yang penampakanya dapat berubah-ubah, biasanaya sebuah kelompok identitas terdorong untuk melakukan  usaha politik karena berkepentingan  untuk mendapatkan sumber daya , dan biasanya demi kepentingan nasional negara melakukan politisasi identias.
Dalam membahasa konteks identitas di indonesia atau identitas nasional penting untuk kita melihat kebelakang bagaimana kemajemukan bangsa indonesia telah dikelompokan.   menurut simbolon identitas kelompok indonesia sudah dikelompokan sejak jaman hindia belnada, yaitu  pribumi, eropa dan timur jauh. Perbedaan ini  merupkaan upaya Belanda untuk melihatkan perbedeaan otentik dari setiap identitas dan tentu hal ini dilakukan demi kepenitngan belanda dalam upaya mempeerkuat kolonialisasi di indonesia, upaya ini juga upaya untuk mempertahankan dinamika kehidupan masyarakat di hindia belanda saat itu agar tidak tercipta konflik dan upaya untuk melawan kelompok penjajah sehingga indonesia di idetifikasi sebagai kelompok yang mudah dimodifikasi.
Politisasi yang dilakukan oleh belanda dalam membanguan identitas politik masyarkat mulai berubah seiring dengan perkembangan nasionalisme di barat, dan padangan para pemuda pada masa itu yang baru kembali dari barat. Kesadaran akan ketertindasan dan tindakan yang semena-mena , ini mulai terakomodasi dengan adanya gerakan-gerakan bawah tanah, organisasi-organsasi, seperti budi utomo.  Dan hal ini mulai merubah identitas nasional bukan lagi berdasarkan ciri-ciri fisik, namun berubah berdasarkan ideology. Hal ini mulai mempengaruhi politisasi yang dilakukan belanda, namun sampai disitu terdapat permasalahan baru dalam identitas politik yang ada yaitu perbedaan etnik yang cukup mencolok di indonesia.  perbedaan etnik ini dianggap mengahambat terciptanya upaya kemeerdekaan indonesia .
Namuan hal diatas mulai dapat diuraikan dengan bermunculan partai-partai politik yang membuat identitas etnis mulai berubah berdasarkan ideology yang tersalurkan melalui partai politik .salah satu partai politik yang kuat dengan nasionalismenya  adalah  Partai Nasional Indonesia dibawah pimpinan Soekarno. PNI dibawah soekarno sangat berpengaruh dalam upaya menciptakan nasional identitas dalam rasa nasionalisme indonesia hal ini bisa dengan mudah dilihat dari kemenangan PNI pada Pemilu tahun 1955. dan upaya soekarno untuk memelihara identitas politik berdasarkan Nasionalisme, Agama, dan komunis.
 Idenotiatas nasional  yang dibawa soekarno melalui PNI inilah yang akan dibahas lebih mendalam. Untuk melihat bagaimana peran PNI dalam menciptakan identitas nasional berdasarkan nasionalisme.
·         Partai Nasional Indonesia dan Pembentukan Identitas Nasional
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa tumbuhnya rasa kebangsaan di kalangan masyarakat peribumi Hindia Belanda saat itu, pada satu sisi merupakan akumulasi rasa tertindas yang dialami di tempat kelahiran, berpijak, dan hidup. Namun pada sisi lain, masyarakat pribumi Hindia Belanda pada saat itu merasa adanya “kesamaan” bahasa. Sayangnya, rasa kebangsaan ini tidak bisa memiliki daya sebar yang efektif dan memiliki jangkauan lebih luas untuk membangkitkan sikap anti penjajahan dan rasa ketertindasan seperti yang mereka alami. Hal tersebut dilihat oleh Ir. Soekano sebagai sebuah langkah awal dan juga modal awal munculnya identitas nasional di dalam masyarakat pribumi untuk melawan ketertindasan yang dilakukan oleh penjajah Belanda atau kaum imprealisme terhadap bangsa Indonesia. Berdasarkan sebuah gagasan nasionalisme dan semangat pergerakan nasional pada saat itu Ir. Soekarno menawarkan sebuah gagasan dengan membuat sebuah poros pergerakan  masyarakat pribumi pada saat itu dengan membuat Partai Nasional Indonesia atau PNI.
PNI didirikan di Bandung pada 4 Juli 1924 oleh kaum terpelajar yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. Kaum muda terpelajar itu tergabung dalam Algemene Studieclub (Bandung) dan kebanyakan dari mereka adalah mantan anggota Perhimpunan Indonesia yang telah kembali ke tanah air. Keradikalan PNI sudah tampak sejak pertama didirikannya. Ini terlihat dari strategi perjuangannya yang berhaluan nonkooperasi. PNI tidak mau ikut dalam dewan-dewan yang diadakan oleh pemerintah.  Tujuan PNI pada pertama kali adalah kemerdekaan Indonesia dan tujuan itu akan dicapai dengan asas “percaya pada diri sendiri (berdikari)”. Artinya: memperbaiki keadaan politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang sudah dirusak oleh penjajahan, dengan kekuatan sendiri. Semua itu akan dicapai melalui berbagai usaha, antara lain :
  1. usaha politik, yaitu dengan cara memperkuat rasa kebangsaan persatuan dan kesatuan. Memajukan pengetahuan sejarah kebangsaan, mempererat kerja sama dengan bangsa-bangsa Asia dan menumpas segala perintang kemerdekaan dan kehidupan politik. Dalam bidang politik, PNI berhasil menghimpun organisasi-organisasi pergerakan lainnya ke dalam satu wadah yang disebut Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia.
  2. usaha ekonomi, yaitu dengan memajukan perdagangan rakyat, kerajinan atau industri kecil, bank-bank, sekolah-sekolah, dan terutama koperasi.
  3. usaha sosial, yaitu dengan memajukan pengajaran yang bersifat nasional, mengurangi pengangguran, mengangkat derajat kaum wanita, meningkatkan transmigrasi dan memperbaiki kesehatan rakyat.
PNI pada masa-masa awal pergerakan nasional sangatlah menuntut terciptanya kemerdekaan nasional dari para penjajah (Belanda) terhadap bangsa Indonesia. seperti yang diyakini oleh para pelopor atau penggerak Partai Nasionalis Indonesia ini bahwa merupakan sebuah syarat yang amat penting untuk melakukan sebuah pembaikan kembali susunan pergaulan hidup bangsa Indonesia ialah dengan kemerdekaan nasional
Pergerakan dalam menuntut kemerdekaan nasional yang dilakukan oleh Partai Nasional Indonesia juga sangat kental dengan semangat-semangat nasionalisme di dalamnya, yang dimana rasa nasionlisme diyakini sebagai sebuah bentuk kesadaran nasionalitas  yang akan membentuk sebuah rasa kebangsaan atau identitas nasional pada masyarakat pribumi. Rasa kebangsaan atau identitas nasional tersebutlah pada nantinya akan menjadi sebuah darah yang mengalir  dalam urat-urat Bangsa Indonesia, dan rasa kebangsaan itu juga yang akan memberikan hidup bagi setiap masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan juga bernegara.
Gerakan PNI yang dipimpin oleh tokoh-tokoh hebat, seperti Ir. Soekarno, Mr. Ali Sastroamijoyo, Mr. Sartono, sangatlah berpengaruh luas di berbagai daerah di Indoenesia. Ir. Soekarno dengan keahliannya berpidato, berhasil menggerakkan rakyat sesuai dengan tujuan PNI. Pengaruh PNI juga sangat terasa pada organisasi-organisasi pemuda hingga melahirkan Sumpah Pemuda dan organisasi wanita yang melahirkan Kongres Perempuan di Yogyakarta pada 22 Desember 1928.
Melihat gerakan dan pengaruh PNI yang semakin meluas tersebut membuat pemerintah kolonial menjadi cemas, sehingga dilontarkanlah bermacam-macam isu untuk menjelekkan PNI dan menjeggal pergerakan dari PNI. Bahkan kemudian mengancam PNI agar menghentikan kegiatannya. Pemerintah Belanda yang belum puas dengan tindakannya itu, menuduh PNI dalam upaya untuk melakukan pemberontakan. Pemerintah Belanda melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap tokoh-tokoh PNI di seluruh wilayah Indonesia pada 24 Desember 1929. Akhirnya 4 tokoh teras PNI yaitu: Ir. Soekarno, R. Gatot Mangkoepradja, Markoen Soemadiredja, dan Soepiadinata diadili di Pengadilan Negeri Bandung dan dijatuhi hukuman penjara pada 20 Desember 1930.
Peristiwa ini merupakan pukulan besar bagi PNI dan atas inisiatif Mr. Sartono pada Kongres Luar Biasa ke-2 pada 25 April 1931 diambil sebuah keputusan untuk membubarkan PNI. Yang dimana kemudian Sartono mendirikan Partai Indonesia (Partindo). Tetapi tindakan ini membawa perpecahan yang mendalam. Ketergantungan pada seorang pemimpin, dikritik habis oleh mereka yang menentang perubahan PNI. Mereka menyebut dirinya “Gerakan Merdeka”,kemudian membentuk partai baru, yaitu Pendidikan Nasional Indonesia atau PNI Baru.
Dari sini muncul tokoh baru yaitu Sutan Syahrir yang waktu itu masih berumur 20 tahun menjadi mahasiswa di Amsterdam. Syahrir pulang ke Indonesia atas permintaan Moh. Hatta untuk menjadi ketua partai. Walaupun citacita dan haluan kedua partai itu sama, yaitu kemerdekaan dan nonkooperasi, tetapi strategi perjuangannya berbeda. PNI Baru lebih menekankan pentingnya pendidikan kader, yang memang fokus dari bentuk PNI baru kali ini ialah kepada pendidikan nasional Bangsa Indonesia. seiring perkembangannya waktu dan juga pergerakan bangsa Indonesia melawa penindasan penjajahan Belanda partai nasional Indonesia semakin melebarkan sayapnya dan mencapai puncaknya pada tahun 1955 atau pasca kemerdekaan Indonesia, pada tahun tersebut PNI berhasil memenangkan pemilu dan mendapatkan suara terbanyak sebanyak 8.434.653 suara
·         Analisis
Pada masa penjajahan Belanda, Masyarakat pribumi Hindia Belanda pada saat itu merupakan sebuah  bentuk masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda atau lebih diketahui dengan Masyarakat multikulturalisme. Sehingga hal tersebut menyebabkan terciptanya identitas atau Identity yang membedakan masyarakat satu dengan  dengan masyarakat lainya menjadi sangat beragam. Merupakan sebuah tantangan besar bagi masyarakat pribumi Hindia Belanda untuk menciptakan sebuah indentitas secara kolektif (bersama)  yang dimana mengarah kepada terciptanya sebuah identitas nasional. Namun, pada masa penjajahan Belanda tersebut terdapat dua buah faktor penyebab yang sangat memungkinkan masyarakat pribumi untuk menciptakan sebuah identitas bersama atau dalam hal ini dikatakan sebagai sebuah identitas nasional.
 Dua buah faktor tersebut diantaranya ialah pertama, akumulasi rasa tertindas dari penjajahan yang dialami di tempat kelahiran, berpijak, dan hidup oleh penjajah Belanda, dan faktor kedua adalah masyarakat pribumi Hindia Belanda pada saat itu merasa adanya “kesamaan” bahasa, yang dimana pada akhir abad ke-19, yang dimana hal tersebut dilatarbelakangi pada saat pemerintah kolonial mulai menggunakan bahasa Melayu sebagai alat komunikasi dengan masyarakat jajahannya yang bekerja dalam struktur pemerintahan kolonial dengan memilih satu dialek bahasa Melayu, namun dua faktor penyebab tersebut tidak memiliki daya sebar yang efektif dan memiliki jangkauan lebih luas untuk membangkitkan sikap anti penjajahan dan rasa ketertindasan di dalam masyarakat pribumi pada saat itu.
Sehingga dalam melihat hal tersebut, kaum pemuda pada saat itu seperti Ir. Soekarno  melihat sebuah bentuk tujuan dan cita-cita bersama bangsa Indonesia yaitu untuk menciptakan sebuah identitas nasional yang didasarakan oleh rasa kebangsaan (nasionalisme) dan mendapatkan kemerdekaan nasional dari penjajah imprealisme Belanda. Hal tersebut membuat para pemuda tergerak untuk membuat sebuah bentuk  poros pergerakan  masyrakat pribumi pada saat itu dengan membuat Partai Nasional Indonesia atau PNI. Yang dimana dalam masa-masa pergerakan nasional Indonesia, PNI merupakan  salah satu bentuk Party Identity bangsa Indonesia .
Partai Nasional Indonesia sebagai sebuah bentuk  Party Identity mempunyai sebuah imajinasi dan cita-cita akan terbentuknya sebuah gambaran negara bangsa (Nation State) Indonesia yang dapat tercipta dengan mendapatkan sebuah kemerdekaan nasional. imajinasi dan cita-cita  dari PNI tersebut sesuai dengan dikatakan oleh Benedict Anderson sebagai sebuah bentuk  gambaran Bangsa sebagai sebuah  Imagine Community, yang dimana terdapat sebuah rasa persamaan dan persaudaraan yang nantinya mengikat  masyarakat di dalam sebuah bangsa. Rasa persamaan dan juga persaudaraan tersebut juga diketahui sebagai sebuah identitas nasional.
PNI memiliki sebuah peranan dan juga pengaruh yang sangat besar dalam menciptakan sebuah identitas nasional pada masa-masa pergerakan nasional Indonesia. peranan-peranan yang dilakukan oleh PNI adalah dengan melakukan  pergerakan-pergerakan untuk menuntut  terciptanya kemerdekaan nasional dari para penjajah (Belanda) terhadap bangsa Indonesia. Pergerakan PNI yang sangat kental dengan rasa nasionalisme tersebut sangatlah menyita perhatian rakyat pada saat itu. Sehingga dapat menggerakkan rakyat sesuai dengan tujuan PNI. Pengaruh PNI juga sangat terasa pada organisasi-organisasi pemuda hingga melahirkan Sumpah Pemuda dan organisasi wanita yang melahirkan Kongres Perempuan di Yogyakarta pada 22 Desember 1928.  Hal-hal tersebutlah disinyalir sebagai sebuah bentuk terciptanya cikal bakal identitas nasional bangsa Indonesia, yang dimana sebuah bentuk identitas nasional dapat menciptakan sebuah tindakan kelompok (colective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional.
·         Kesimpulan
PNI sebagai partai politik mampu mewujudkan cita-citan bersama bangsa Indonesia yaitu untuk menciptakan sebuah identitas nasional yang didasarakan oleh rasa kebangsaan (nasionalisme) dan mendapatkan kemerdekaan nasional dari penjajah imprealisme Belanda. Hal ini diupayakan dengan dengan melakukan pergerakan-pergerakan nasional yang syarat dengan rasa nasionalisme sehingga PNI  bisa dikatakan adalah suatu Party identity . Party identity ini memiliki cita-cita akan terbentuknya sebuah gambaran negara bangsa ( nation state )  melalui kemerdekaan dan penanaman identitas nasionalisme. Pergerakan yang dilakukan oleh PNI ini berhasil tercipta dan menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat , dimana rasa nasionalisme ini diyakini sebagai sebuah bentuk kesadaran nasionalitas yang akan membentuk sebauh rasa kebangsaan atau identitas nasional pada masyarakat pribumi.  Selain itu pengaruh PNI sebagai sebuah party identity juga terlihat pada munculnya pergerakan-pergerakan pemuda pada tahun 1928 seperti Sumpah Pemuda, dan juga sebagai bentuk keberhasilan PNI dalam menciptakan Identitas nasional yaitu semangat nasionalisme adalah kemerdekaan indonesia serta kemenagan PNI pada pemilu pertama tahun 1955.
Daftar Pustaka
 Koento, Wibisono.  dalam H gazaly ama la Nora “ Pusat pengemabngan bahan Ajar UMB “ Jakarta.
 Akmalia Muhammad, Wahyudi, “Munculnya Nasionalisme Indonesia”, Artikel, diunduh di , http://www.politik.lipi.go.id/in/kolom/politik-nasional/914-imaji-tentang-indonesia.html,
Putra, and Vany Ajis. "Makalah Politik Identitas dan Kewarganegaraan." Artikel diunduh di, https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&q=artikel+identitas+nasional&btnG=

Heychael, Muhammad. “Identitas Nasional Dalam Buku Sejarah Untuk Sekolah Menegah Pertama (SMP)” Tesis, Juni 2012,  Depok; Universitas Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar