IDENTITAS NEGARA
Oleh : nurulhuda (201601034)
Dalam suatu bangsa identitas nasional merupakan hal
yang sangat penting dimilki , menurut Triharsi identitas nasional merupakan
jati diri bangsa dan bisa digunakan untuk membedakan sautu bangsa dengan bangsa
yang lainya. Identitas nasional biasanya memilki ciri khas dan karakter yang
berbeda berdasarkan kebudayan, Bahasa, adat istiadat, nilai- nilai agama,
kebiasaan. Indonesia sebagai suatu negara tentu memilki identitas nasioanal ,
identitas nasional ini bisa ditandai dengan adanya pancasila yang di balut dalam
rasa nasionalisme.
Identitas nasional berdasarkan nasionalisme ini tentu
muncul bukan begitu saja bisa dilihat dari masa pergerakan bagaimana rasa
nasionalisme yang ada bisa menimbulkan semangat patriotik yang rela berjuang
mengorbankan nyawa demi kemerdekaan bangsa indonesia. Sehingga masyarakat ini berusaha melihat bagaimana identitas nasional
dalam wujud rasa nasionalisme bisa menciptakan suatu kemerdekaan. Bila ditarik
kebelakang maka identitas indonesia bukan hanya sebagai suatu negara, namun indonesia
sebagai suatu negara yang multi etnik dan multicultural tentu memilki
identitas-identitas yang lain , yang bisa saja menimbulkan konflik, namun hal
ini berhasil ditekan dan disatukan dengan menonjolkan identitas nasional
indonesia. Hal ini dapat terjadi karena Identitas bukanlah merupakan
barang yang sudah jadi dan tidak dapat berubah –ubah, identitas merupakan hasil konstruksi manusia yang penampakanya
dapat berubah-ubah, biasanaya sebuah kelompok identitas terdorong untuk
melakukan usaha politik karena berkepentingan untuk mendapatkan sumber daya , dan biasanya
demi kepentingan nasional negara melakukan politisasi identias.
Dalam membahasa konteks identitas di indonesia atau
identitas nasional penting untuk kita melihat kebelakang bagaimana kemajemukan
bangsa indonesia telah dikelompokan. menurut simbolon identitas kelompok indonesia
sudah dikelompokan sejak jaman hindia belnada, yaitu pribumi, eropa dan timur jauh. Perbedaan ini merupkaan upaya Belanda untuk melihatkan perbedeaan otentik dari setiap identitas dan tentu hal ini
dilakukan demi
kepenitngan belanda dalam upaya mempeerkuat kolonialisasi di indonesia, upaya
ini juga upaya untuk mempertahankan dinamika kehidupan masyarakat di hindia
belanda saat itu agar tidak tercipta konflik dan upaya untuk melawan kelompok
penjajah sehingga indonesia di idetifikasi sebagai kelompok yang mudah
dimodifikasi.
Politisasi yang dilakukan oleh belanda dalam
membanguan identitas politik masyarkat mulai berubah seiring dengan
perkembangan nasionalisme di barat, dan padangan para pemuda pada masa itu yang
baru kembali
dari barat. Kesadaran akan ketertindasan dan tindakan yang semena-mena , ini
mulai terakomodasi dengan adanya gerakan-gerakan bawah tanah, organisasi-organsasi,
seperti budi utomo. Dan hal ini mulai
merubah identitas nasional bukan lagi berdasarkan ciri-ciri fisik, namun
berubah berdasarkan ideology. Hal ini mulai mempengaruhi politisasi yang
dilakukan belanda, namun sampai disitu terdapat permasalahan baru dalam identitas
politik yang ada yaitu perbedaan etnik yang cukup mencolok di indonesia. perbedaan etnik ini dianggap mengahambat
terciptanya upaya kemeerdekaan indonesia .
Namuan hal diatas mulai dapat diuraikan dengan
bermunculan partai-partai politik yang membuat identitas etnis mulai berubah
berdasarkan ideology yang tersalurkan melalui partai politik .salah satu partai
politik yang kuat dengan nasionalismenya adalah
Partai Nasional Indonesia dibawah pimpinan Soekarno. PNI dibawah
soekarno sangat berpengaruh dalam upaya menciptakan nasional identitas dalam
rasa nasionalisme indonesia hal ini bisa dengan mudah dilihat dari kemenangan
PNI pada Pemilu tahun 1955. dan upaya soekarno untuk memelihara identitas
politik berdasarkan Nasionalisme, Agama, dan komunis.
Idenotiatas nasional yang dibawa soekarno melalui PNI inilah yang
akan dibahas lebih mendalam. Untuk melihat bagaimana peran PNI dalam
menciptakan identitas nasional berdasarkan nasionalisme.
·
Partai
Nasional Indonesia dan Pembentukan Identitas Nasional
Secara
garis besar dapat dikatakan bahwa tumbuhnya rasa kebangsaan di kalangan
masyarakat peribumi Hindia Belanda saat itu, pada satu sisi merupakan akumulasi
rasa tertindas yang dialami di tempat kelahiran, berpijak, dan hidup. Namun
pada sisi lain, masyarakat pribumi Hindia Belanda pada saat itu merasa adanya “kesamaan”
bahasa. Sayangnya, rasa kebangsaan ini tidak bisa memiliki daya sebar yang
efektif dan memiliki jangkauan lebih luas untuk membangkitkan sikap anti
penjajahan dan rasa ketertindasan seperti yang mereka alami. Hal tersebut
dilihat oleh Ir. Soekano sebagai sebuah langkah awal dan juga modal awal
munculnya identitas nasional di dalam masyarakat pribumi untuk melawan
ketertindasan yang dilakukan oleh penjajah Belanda atau kaum imprealisme
terhadap bangsa Indonesia. Berdasarkan sebuah gagasan nasionalisme dan semangat
pergerakan nasional pada saat itu Ir. Soekarno menawarkan sebuah gagasan dengan
membuat sebuah poros pergerakan masyarakat pribumi pada saat itu dengan
membuat Partai Nasional Indonesia atau PNI.
PNI
didirikan
di Bandung pada 4 Juli 1924 oleh kaum terpelajar yang dipimpin oleh Ir.
Soekarno. Kaum muda terpelajar itu tergabung dalam Algemene Studieclub
(Bandung) dan kebanyakan dari mereka adalah mantan anggota Perhimpunan
Indonesia yang telah kembali ke tanah air. Keradikalan PNI sudah tampak sejak
pertama didirikannya. Ini terlihat dari strategi perjuangannya yang berhaluan
nonkooperasi. PNI tidak mau ikut dalam dewan-dewan yang diadakan oleh
pemerintah. Tujuan PNI pada pertama kali
adalah kemerdekaan Indonesia dan tujuan itu akan dicapai dengan asas “percaya
pada diri sendiri (berdikari)”. Artinya: memperbaiki keadaan politik, ekonomi,
sosial, dan budaya yang sudah dirusak oleh penjajahan, dengan kekuatan sendiri.
Semua itu akan dicapai melalui berbagai usaha, antara lain :
- usaha politik, yaitu dengan cara
memperkuat rasa kebangsaan persatuan dan kesatuan. Memajukan pengetahuan
sejarah kebangsaan, mempererat kerja sama dengan bangsa-bangsa Asia dan
menumpas segala perintang kemerdekaan dan kehidupan politik. Dalam bidang
politik, PNI berhasil menghimpun organisasi-organisasi pergerakan lainnya
ke dalam satu wadah yang disebut Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan
Politik Kebangsaan Indonesia.
- usaha ekonomi, yaitu dengan
memajukan perdagangan rakyat, kerajinan atau industri kecil, bank-bank,
sekolah-sekolah, dan terutama koperasi.
- usaha sosial, yaitu dengan
memajukan pengajaran yang bersifat nasional, mengurangi pengangguran,
mengangkat derajat kaum wanita, meningkatkan transmigrasi dan memperbaiki
kesehatan rakyat.
PNI pada masa-masa awal pergerakan
nasional sangatlah menuntut terciptanya kemerdekaan nasional dari para penjajah
(Belanda) terhadap bangsa Indonesia. seperti yang diyakini oleh para pelopor
atau penggerak Partai Nasionalis Indonesia ini bahwa merupakan sebuah syarat
yang amat penting untuk melakukan sebuah pembaikan kembali susunan pergaulan
hidup bangsa Indonesia ialah dengan kemerdekaan nasional
Pergerakan dalam menuntut kemerdekaan
nasional yang dilakukan oleh Partai Nasional Indonesia juga sangat kental
dengan semangat-semangat nasionalisme di dalamnya, yang dimana rasa nasionlisme
diyakini sebagai sebuah bentuk kesadaran nasionalitas yang akan membentuk sebuah rasa kebangsaan
atau identitas nasional pada masyarakat pribumi. Rasa kebangsaan atau identitas
nasional tersebutlah pada nantinya akan menjadi sebuah darah yang mengalir dalam urat-urat Bangsa Indonesia, dan rasa
kebangsaan itu juga yang akan memberikan hidup bagi setiap masyarakat Indonesia
dalam menjalani kehidupan berbangsa dan juga bernegara.
Gerakan PNI yang dipimpin oleh
tokoh-tokoh hebat, seperti Ir. Soekarno, Mr. Ali Sastroamijoyo, Mr. Sartono,
sangatlah berpengaruh luas di berbagai daerah di Indoenesia. Ir. Soekarno
dengan keahliannya berpidato, berhasil menggerakkan rakyat sesuai dengan tujuan
PNI. Pengaruh PNI juga sangat terasa pada organisasi-organisasi pemuda hingga
melahirkan Sumpah Pemuda dan organisasi wanita yang melahirkan Kongres
Perempuan di Yogyakarta pada 22 Desember 1928.
Melihat gerakan dan pengaruh PNI yang
semakin meluas tersebut membuat pemerintah kolonial menjadi cemas, sehingga
dilontarkanlah bermacam-macam isu untuk menjelekkan PNI dan menjeggal
pergerakan dari PNI. Bahkan kemudian mengancam PNI agar menghentikan
kegiatannya. Pemerintah Belanda yang belum puas dengan tindakannya itu, menuduh
PNI dalam upaya untuk melakukan pemberontakan. Pemerintah Belanda melakukan
penggeledahan dan penangkapan terhadap tokoh-tokoh PNI di seluruh wilayah
Indonesia pada 24 Desember 1929. Akhirnya 4 tokoh teras PNI yaitu: Ir. Soekarno,
R. Gatot Mangkoepradja, Markoen Soemadiredja, dan Soepiadinata diadili di
Pengadilan Negeri Bandung dan dijatuhi hukuman penjara pada 20 Desember 1930.
Peristiwa ini merupakan pukulan besar
bagi PNI dan atas inisiatif Mr. Sartono pada Kongres Luar Biasa ke-2 pada 25
April 1931 diambil sebuah keputusan untuk membubarkan PNI. Yang dimana kemudian
Sartono mendirikan Partai Indonesia (Partindo). Tetapi tindakan ini membawa
perpecahan yang mendalam. Ketergantungan pada seorang pemimpin, dikritik habis
oleh mereka yang menentang perubahan PNI. Mereka menyebut dirinya “Gerakan
Merdeka”,kemudian membentuk partai baru, yaitu Pendidikan Nasional Indonesia
atau PNI Baru.
Dari sini muncul tokoh baru yaitu Sutan
Syahrir yang waktu itu masih berumur 20 tahun menjadi mahasiswa di Amsterdam.
Syahrir pulang ke Indonesia atas permintaan Moh. Hatta untuk menjadi ketua
partai. Walaupun citacita dan haluan kedua partai itu sama, yaitu kemerdekaan
dan nonkooperasi, tetapi strategi perjuangannya berbeda. PNI Baru lebih menekankan
pentingnya pendidikan kader, yang memang fokus dari bentuk PNI baru kali ini
ialah kepada pendidikan nasional Bangsa Indonesia. seiring perkembangannya
waktu dan juga pergerakan bangsa Indonesia melawa penindasan penjajahan Belanda
partai nasional Indonesia semakin melebarkan sayapnya dan mencapai puncaknya
pada tahun 1955 atau pasca kemerdekaan Indonesia, pada tahun tersebut PNI
berhasil memenangkan pemilu dan mendapatkan suara terbanyak sebanyak 8.434.653
suara
·
Analisis
Pada masa
penjajahan Belanda, Masyarakat pribumi Hindia Belanda pada saat itu merupakan
sebuah bentuk masyarakat dengan latar
belakang budaya yang berbeda-beda atau lebih diketahui dengan Masyarakat multikulturalisme.
Sehingga hal tersebut menyebabkan terciptanya identitas atau Identity yang
membedakan masyarakat satu dengan dengan
masyarakat lainya menjadi sangat beragam. Merupakan sebuah tantangan besar bagi
masyarakat pribumi Hindia Belanda untuk menciptakan sebuah indentitas secara
kolektif (bersama) yang dimana mengarah
kepada terciptanya sebuah identitas nasional. Namun, pada masa penjajahan
Belanda tersebut terdapat dua buah faktor penyebab yang sangat memungkinkan
masyarakat pribumi untuk menciptakan sebuah identitas bersama atau dalam hal
ini dikatakan sebagai sebuah identitas nasional.
Dua buah faktor tersebut diantaranya ialah
pertama, akumulasi
rasa tertindas dari penjajahan
yang dialami di tempat kelahiran, berpijak, dan hidup oleh
penjajah Belanda, dan faktor kedua adalah masyarakat pribumi Hindia Belanda pada saat itu merasa
adanya “kesamaan” bahasa, yang dimana pada akhir abad ke-19, yang dimana hal tersebut
dilatarbelakangi pada saat pemerintah kolonial mulai menggunakan bahasa Melayu sebagai
alat komunikasi dengan masyarakat jajahannya yang bekerja dalam struktur pemerintahan
kolonial dengan memilih satu dialek bahasa Melayu, namun dua
faktor penyebab tersebut tidak memiliki daya sebar yang efektif dan memiliki
jangkauan lebih luas untuk membangkitkan sikap anti penjajahan dan rasa
ketertindasan di dalam masyarakat pribumi pada saat itu.
Sehingga dalam melihat hal tersebut, kaum pemuda pada
saat itu seperti Ir. Soekarno melihat
sebuah bentuk tujuan dan cita-cita bersama bangsa Indonesia yaitu untuk
menciptakan sebuah identitas nasional yang didasarakan oleh rasa kebangsaan
(nasionalisme) dan mendapatkan kemerdekaan nasional dari penjajah imprealisme
Belanda. Hal tersebut membuat para pemuda tergerak untuk membuat sebuah bentuk poros pergerakan
masyrakat pribumi pada saat itu dengan membuat Partai Nasional Indonesia
atau PNI. Yang
dimana dalam masa-masa pergerakan nasional Indonesia, PNI merupakan salah satu bentuk Party Identity
bangsa Indonesia .
Partai Nasional Indonesia sebagai sebuah bentuk Party Identity mempunyai sebuah
imajinasi dan cita-cita akan terbentuknya sebuah gambaran negara bangsa (Nation
State) Indonesia yang dapat tercipta dengan mendapatkan sebuah kemerdekaan
nasional. imajinasi dan cita-cita dari
PNI tersebut sesuai dengan dikatakan oleh Benedict Anderson sebagai sebuah
bentuk gambaran Bangsa sebagai sebuah Imagine
Community, yang dimana terdapat
sebuah rasa persamaan dan persaudaraan yang nantinya mengikat masyarakat di dalam sebuah bangsa. Rasa
persamaan dan juga persaudaraan tersebut juga diketahui sebagai sebuah
identitas nasional.
PNI memiliki
sebuah peranan dan juga pengaruh yang sangat besar dalam menciptakan sebuah
identitas nasional pada masa-masa pergerakan nasional Indonesia.
peranan-peranan yang dilakukan oleh PNI adalah dengan melakukan pergerakan-pergerakan untuk menuntut terciptanya kemerdekaan
nasional dari para penjajah (Belanda) terhadap bangsa Indonesia. Pergerakan PNI yang sangat kental dengan rasa
nasionalisme tersebut sangatlah menyita perhatian rakyat pada saat itu.
Sehingga dapat menggerakkan rakyat sesuai dengan tujuan
PNI. Pengaruh PNI juga sangat terasa pada organisasi-organisasi pemuda hingga
melahirkan Sumpah Pemuda dan organisasi wanita yang melahirkan Kongres
Perempuan di Yogyakarta pada 22 Desember 1928. Hal-hal tersebutlah disinyalir
sebagai sebuah bentuk terciptanya cikal bakal identitas nasional bangsa
Indonesia, yang dimana sebuah bentuk identitas nasional dapat menciptakan
sebuah tindakan kelompok (colective action) yang diwujudkan dalam bentuk
organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional.
·
Kesimpulan
PNI
sebagai partai politik mampu mewujudkan cita-citan bersama
bangsa Indonesia yaitu untuk menciptakan sebuah identitas nasional yang
didasarakan oleh rasa kebangsaan (nasionalisme) dan mendapatkan kemerdekaan
nasional dari penjajah imprealisme Belanda. Hal ini diupayakan dengan
dengan melakukan pergerakan-pergerakan nasional yang syarat dengan rasa
nasionalisme sehingga PNI bisa dikatakan
adalah suatu Party
identity . Party identity
ini memiliki
cita-cita akan terbentuknya sebuah gambaran negara bangsa ( nation state ) melalui kemerdekaan dan penanaman identitas nasionalisme.
Pergerakan yang dilakukan oleh PNI ini berhasil tercipta dan menumbuhkan
semangat nasionalisme masyarakat , dimana rasa nasionalisme ini diyakini
sebagai sebuah bentuk kesadaran nasionalitas yang akan membentuk sebauh rasa
kebangsaan atau identitas nasional pada masyarakat pribumi. Selain itu pengaruh PNI sebagai sebuah party
identity juga terlihat pada munculnya pergerakan-pergerakan pemuda pada tahun
1928 seperti Sumpah Pemuda, dan juga sebagai bentuk keberhasilan PNI dalam
menciptakan Identitas nasional yaitu semangat nasionalisme adalah kemerdekaan
indonesia serta kemenagan PNI pada pemilu pertama tahun 1955.
Daftar Pustaka
Koento,
Wibisono. dalam H gazaly ama la Nora “
Pusat pengemabngan bahan Ajar UMB “ Jakarta.
Akmalia Muhammad, Wahyudi, “Munculnya Nasionalisme
Indonesia”, Artikel, diunduh di , http://www.politik.lipi.go.id/in/kolom/politik-nasional/914-imaji-tentang-indonesia.html,
Putra, and Vany Ajis. "Makalah Politik
Identitas dan Kewarganegaraan." Artikel diunduh di, https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&q=artikel+identitas+nasional&btnG=
Heychael, Muhammad. “Identitas Nasional
Dalam Buku Sejarah Untuk Sekolah Menegah Pertama (SMP)” Tesis, Juni
2012, Depok; Universitas Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar