INTEGRASI NASIONAL
Disusun Oleh :
Nama : Dian Rizki
Bintari Kusumawati
NIM : 201601043
Integrasi
berasal dari (integration) Inggris yang berarti kesempurnaan
atau keseluruhan. Integrasi sosial didefinisikan sebagai proses penyesuaian di
antara unsur-unsur yang berbeda satu sama lain dalam kehidupan masyarakat
sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki fungsi
kompatibilitas. Integrasi memiliki rasa kedua, yaitu :
- Kontrol atas konflik dan penyimpangan sosial dalam
suatu sistem sosial tertentu.
- Menciptakan keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur
tertentu.
Sedangkan yang disebut integrasi Nasional secara Umum Intregasi Nasional adalah penyatuan unsur-unsur dalam masyarakat menurut
aturan-aturan dan kebijakan politik yang dibangun atas nilai -nilai kultur yang
ada dalam masyarakat yang bersangkutan, sehingga terjadi kesepakatan tentang
tujuan nasional yang hendak diwujudkan. Intinya,
arti dari integrasi nasional adalah proses penyatuan perbedaan dalam suatu
negara sehingga terjadi keselarasan secara nasional dalam suatu negara.
Adapun
contoh dari konflik antar suku yang paling tertanam dan masih teringat hingga
sekarang adalah konflik yang terjadi antara suku Bali Nuraga dengan etnis
Lampung asli di daerah Kalianda Kabupaten Lampung Selatan pada 27 Oktober 2012
sampai dengan 29 Oktober 2012. Dari pemetaan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung,
ada 112 titik potensi konflik di Lampung sejak 2012 hingga sekarang, 68 di
antaranya terdapat dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dijabarkan
bahwa terdapat 18 potensi konflik suku, agama, ras, dan antargolongan, 22
potensi konflik sumber daya alam (SDA), dan 4 potensi konflik terkait batas
wilayah. Hal ini merupakan salah ancaman bagi terciptanya integrasi nasional di
Indonesia.
Dapat
diketahui bahwa konflik ini pada dasarnya menjadi penghalang yang nyata bagi
terciptanya integrasi nasional pada masyarakat Indonesia. Bagaimana bisa
terjadi pembauran apabila keragaman yang ada masih dianggap sebagai perbedaan
yang dapat sewaktu-waktu menimbulkan konflik. Perlu adanya kesadaran sikap dan
jiwa yang positif dari berbagai pihak yang terkait dalam pengembangan proses
integrasi sosial ini.
Menanggapi : Indonesia adalah Negara multietnis yang
memiliki keberagaman suku, agama, dan ras. Jika antar suku/ agama/ ras berbeda
pendapat dan tidak mampu menyikapi perbedaan tersebut maka sering kali diikuti
dengan perselisihan hingga berujung konflik. Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap perbedaan suku,
agama, dan ras masih sangat terlihat kurang, karena banyak masyarakat yang
terlalu mengambil cara yang kurang baik, agar berbagai kepentingan dapat
dipertemukan dan menghindari masalah yang berlarut-larut, menghindari
munculnya berbagai kerugian dan menjamin kedamaian dan kesejahteraan
masyarakat, masyarakat dapat mengambil keputusan untuk bermusyawarah dan
mufakat.
Sehingga
dibutuhkan langkah nyata dari berbagai pihak untuk mengatasi hal ini, diantaranya
dengan berupaya serius untuk mengatasi konflik antar etnis yang terjadi di
daerah, membendung segala hal yang dapat menjadi pemicu konflik, mengedepankan
toleransi dan penanaman nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan
pemerintah juga harus mampu menciptakan kebijakan yang adil dari segi politik,
ekonomi, sosial dan budaya.
Masyarakat harus bersama-sama membangun
kekuatan dan perekat diantara mereka. Nilai-nilai yang menjadi kekuatan dari
jntegrasi ini harus mulai disosialisasikan sejak dini, internalisasi
nilai-nilai dasar ini sudah harus terbentuk dalam keluarga sejak dini, agar dapat menyadarkan seluruh
komponen masyarakat di Indonesia terutama daerah-daerah rawan konflik. Komponen
masyarakat itu seperti dari kepemerintahan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh
budaya, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Kesadaran bangsa Indonesia tentang terbentuk
Negara Indonesia ini dimulai dari sejarah bangsa Indonesia yang beragam suku. Komponen
bangsa itu harus melakukan musyawarah untuk menyelesaikan sumber permasalahan
yang memicu terjadinya konflik.
Konflik memiliki dampak negatif dan dampak
positif. Dampak negatifnya adalah keretakan hubungan antar kelompok, perubahan
kepribadian pada individu kerusakan harta benda dan jatuhnya korban jiwa
sedangkan dampak positifnya adalah menguatnya solidaritas antar kelompok.
Walaupun konflik mempunyai dampak positif
tetapi jangan sampai Indonesia banyak menyalahgunakan dampak positif tersebut.
karena Indonesia harus menanamkan sikap toleransi antar etnis agar dapat
tercapai integrasi sosial.
Tujuan
Tujuan integrasi adalah untuk
mempersatukan masyarakat yang beranekaragam dengan berbagai perilaku sosial
didalam masyarakat dan cara-cara mengendalikan bentuk-bentuk perilaku
masyarakat yang ideal dan harmonis.
Kesimpulan
Indonesia adalah negara yang penuh
dengan keragaman, baik itu dari segi etnis, budaya, adat istiadat, dengan
segala pola kehidupan masyarakat yang ada di dalamnya. Masyarakat adat di
Indonesia juga memiliki berbagai kearifan lokal yang sangat khas dan
menunjukkan eksistensinya dalam lingkup suku bangsa di Indonesia. Beriringan
dengan hal itu, Indonesia juga memiliki berbagai masalah terkait dengan isu
etnis tersebut, contoh nyatanya adalah konflik antar etnis yang sering terjadi
di berbagai daerah dan berdampak bagi stabilitas nasional Indonesia.
Hal ini pula yang menjadikan Integrasi
Nasional begitu sulit diwujudkan di negara ini, ditandai dengan belum
terciptanya rasa kebersamaan dalam suatu wilayah, dengan melepaskan
simbol-simbol kepercayaan dari komunitas adat.
Dibutuhkan langkah nyata dari berbagai
pihak untuk mengatasi hal ini, diantaranya dengan berupaya dengan serius untuk
mengatasi konflik antar etnis yang terjadi di daerah, membendung segala hal
yang dapat menjadi pemicu konflik, mengedepankan toleransi dan penanaman
nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan pemerintah juga harus
mampu menciptakan kebijakan yang adil dari segi politik, ekonomi, sosial dan
budaya, karena pada dasarnya isu etnis ini merupakan hal yang sangat sensitif
terutama di negara multikultural seperti Indonesia ini.
Selain itu, kearifan lokal yang dimiliki
oleh setiap etnis juga harus mampu berkembang dan di transformasikan menjadi
nilai-nilai yang bermanfaat bagi pembangunan karakter bangsa. Karena dengan
karakter bangsa yang kuat, akan membentuk suatu negara yang dapat menciptakan
kesejahteraan bagi rakyatnya, sesuai dengan tujuan negara Indonesia.
Konflik sering terjadi di Negara
Indonesia karane ketidakadilan distribusi sumber daya ekonomi nasional , dan
rezim yang tidak responsif terhadap tuntutan warga Negara. Indonesia sangat
sulit untuk tercapainya integrasi nasional karena banyaknya etnis yang berbeda
dan sering kali mempunyai pemahaman yang berbeda pula.
Maka dari itu kita sebagai generasi
penerus bangsa harus menjadikan Indonesia lebih baik lagi dengan cara memahami sejak
dini tentang arti penting integritas nasional.
Semoga
artikel ini dapat bermanfaat, Sekian dan Terima Kasih.
Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:
Posting Komentar