Rabu, 04 Januari 2017

INTEGRASI NASIONAL





Disusun Oleh :

Nama   : Dian Rizki Bintari Kusumawati
NIM    : 201601043

 



Integrasi berasal dari (integration) Inggris yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial didefinisikan sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang berbeda satu sama lain dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki fungsi kompatibilitas. Integrasi memiliki rasa kedua, yaitu :

  • Kontrol atas konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu.
  • Menciptakan keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu.

Sedangkan yang disebut integrasi Nasional secara Umum Intregasi Nasional adalah penyatuan unsur-unsur dalam masyarakat menurut aturan-aturan dan kebijakan politik yang dibangun atas nilai -nilai kultur yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan, sehingga terjadi kesepakatan tentang tujuan nasional yang hendak diwujudkan. Intinya, arti dari integrasi nasional adalah proses penyatuan perbedaan dalam suatu negara sehingga terjadi keselarasan secara nasional dalam suatu negara.


Adapun contoh dari konflik antar suku yang paling tertanam dan masih teringat hingga sekarang adalah konflik yang terjadi antara suku Bali Nuraga dengan etnis Lampung asli di daerah Kalianda Kabupaten Lampung Selatan pada 27 Oktober 2012 sampai dengan 29 Oktober 2012. Dari pemetaan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, ada 112 titik potensi konflik di Lampung sejak 2012 hingga sekarang, 68 di antaranya terdapat dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dijabarkan bahwa terdapat 18 potensi konflik suku, agama, ras, dan antargolongan, 22 potensi konflik sumber daya alam (SDA), dan 4 potensi konflik terkait batas wilayah. Hal ini merupakan salah ancaman bagi terciptanya integrasi nasional di Indonesia.
Dapat diketahui bahwa konflik ini pada dasarnya menjadi penghalang yang nyata bagi terciptanya integrasi nasional pada masyarakat Indonesia. Bagaimana bisa terjadi pembauran apabila keragaman yang ada masih dianggap sebagai perbedaan yang dapat sewaktu-waktu menimbulkan konflik. Perlu adanya kesadaran sikap dan jiwa yang positif dari berbagai pihak yang terkait dalam pengembangan proses integrasi sosial ini.
Menanggapi :  Indonesia adalah Negara multietnis yang memiliki keberagaman suku, agama, dan ras. Jika antar suku/ agama/ ras berbeda pendapat dan tidak mampu menyikapi perbedaan tersebut maka sering kali diikuti dengan perselisihan hingga berujung konflik. Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap perbedaan suku, agama, dan ras masih sangat terlihat kurang, karena banyak masyarakat yang terlalu mengambil cara yang kurang baik, agar berbagai kepentingan dapat dipertemukan dan menghindari masalah yang berlarut-larut, menghindari munculnya berbagai kerugian dan menjamin kedamaian dan kesejahteraan masyarakat, masyarakat dapat mengambil keputusan untuk bermusyawarah dan mufakat.
Sehingga dibutuhkan langkah nyata dari berbagai pihak untuk mengatasi hal ini, diantaranya dengan berupaya serius untuk mengatasi konflik antar etnis yang terjadi di daerah, membendung segala hal yang dapat menjadi pemicu konflik, mengedepankan toleransi dan penanaman nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan pemerintah juga harus mampu menciptakan kebijakan yang adil dari segi politik, ekonomi, sosial dan budaya.
Masyarakat harus bersama-sama membangun kekuatan dan perekat diantara mereka. Nilai-nilai yang menjadi kekuatan dari jntegrasi ini harus mulai disosialisasikan sejak dini, internalisasi nilai-nilai dasar ini sudah harus terbentuk dalam keluarga sejak dini, agar dapat menyadarkan seluruh komponen masyarakat di Indonesia terutama daerah-daerah rawan konflik. Komponen masyarakat itu seperti dari kepemerintahan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Kesadaran bangsa Indonesia tentang terbentuk Negara Indonesia ini dimulai dari sejarah bangsa Indonesia yang beragam suku. Komponen bangsa itu harus melakukan musyawarah untuk menyelesaikan sumber permasalahan yang memicu terjadinya konflik.
Konflik memiliki dampak negatif dan dampak positif. Dampak negatifnya adalah keretakan hubungan antar kelompok, perubahan kepribadian pada individu kerusakan harta benda dan jatuhnya korban jiwa sedangkan dampak positifnya adalah menguatnya solidaritas antar kelompok.
Walaupun konflik mempunyai dampak positif tetapi jangan sampai Indonesia banyak menyalahgunakan dampak positif tersebut. karena Indonesia harus menanamkan sikap toleransi antar etnis agar dapat tercapai integrasi sosial.  
Tujuan
Tujuan integrasi adalah untuk mempersatukan masyarakat yang beranekaragam dengan berbagai perilaku sosial didalam masyarakat dan cara-cara mengendalikan bentuk-bentuk perilaku masyarakat yang ideal dan harmonis.
Kesimpulan
Indonesia adalah negara yang penuh dengan keragaman, baik itu dari segi etnis, budaya, adat istiadat, dengan segala pola kehidupan masyarakat yang ada di dalamnya. Masyarakat adat di Indonesia juga memiliki berbagai kearifan lokal yang sangat khas dan menunjukkan eksistensinya dalam lingkup suku bangsa di Indonesia. Beriringan dengan hal itu, Indonesia juga memiliki berbagai masalah terkait dengan isu etnis tersebut, contoh nyatanya adalah konflik antar etnis yang sering terjadi di berbagai daerah dan berdampak bagi stabilitas nasional Indonesia.
Hal ini pula yang menjadikan Integrasi Nasional begitu sulit diwujudkan di negara ini, ditandai dengan belum terciptanya rasa kebersamaan dalam suatu wilayah, dengan melepaskan simbol-simbol kepercayaan dari komunitas adat.
Dibutuhkan langkah nyata dari berbagai pihak untuk mengatasi hal ini, diantaranya dengan berupaya dengan serius untuk mengatasi konflik antar etnis yang terjadi di daerah, membendung segala hal yang dapat menjadi pemicu konflik, mengedepankan toleransi dan penanaman nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan pemerintah juga harus mampu menciptakan kebijakan yang adil dari segi politik, ekonomi, sosial dan budaya, karena pada dasarnya isu etnis ini merupakan hal yang sangat sensitif terutama di negara multikultural seperti Indonesia ini.
Selain itu, kearifan lokal yang dimiliki oleh setiap etnis juga harus mampu berkembang dan di transformasikan menjadi nilai-nilai yang bermanfaat bagi pembangunan karakter bangsa. Karena dengan karakter bangsa yang kuat, akan membentuk suatu negara yang dapat menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya, sesuai dengan tujuan negara Indonesia.
Konflik sering terjadi di Negara Indonesia karane ketidakadilan distribusi sumber daya ekonomi nasional , dan rezim yang tidak responsif terhadap tuntutan warga Negara. Indonesia sangat sulit untuk tercapainya integrasi nasional karena banyaknya etnis yang berbeda dan sering kali mempunyai pemahaman yang berbeda pula.
Maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus menjadikan Indonesia lebih baik lagi dengan cara memahami sejak dini tentang arti penting integritas nasional.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat, Sekian dan Terima Kasih.

Daftar Pustaka



Tidak ada komentar:

Posting Komentar